Ekspansi Budha Terhadap Kerajaan Islam Arakan

Tahun 1942 M, bencana besar menimpa kaum muslimin Rohingya. Orang-orang Budha Magh membantai mereka dengan dukungan senjata dan materi dari saudara Budha mereka suku Birma dan suku-suku lainnya. Lebih dari 100.000 muslim pun tewas dalam peristiwa itu. Sebagian besar mereka adalah wanita, orang tua, dan anak-anak. Ratusan ribu lainnya melarikan diri dari Burma. Karena pedih dan mengerikannya peristiwa tersebut, kalangan tua –saat ini- yang menyaksikan peristiwa itu senantiasa mengingatnya dan mengalami trauma.

Pada tahun 1947 M, Burma mempersiapkan deklarasi kemerdekaan mereka di Kota Panglong. Semua suku diundang dalam persiapan tersebut, kecuali umat Islam Rohingya. Pada tanggal 4 Januari 1948, Inggris memerdekakan Burma secara penuh disertai persyaratan masing-masing suku bisa memerdekakan diri dari Burma apabila mereka menginginkannya. Namun suku Birma menyelisihi poin perjanjian tersebut. Mereka tetap menguasai wilayah Arakan dan tidak mendengarkan suara masyarakat muslim Rohingya dan Budha Magh yang ingin merdeka. Mereka pun melanjutkan intimidasi terhadap kaum muslimin.

Duka Muslim Arakan

Pemusnahan Etnis

Sejak pemerintahan militer berkuasa di Myanmar melalui kudeta Jendral Ne Win tahun 1962 M, umat Islam Arakan mengalami berbagai bentuk kezaliman dan intimidasi. Dibunuh, diusir, diitekan hak-hak mereka, dan tidak diakui hak-hak kewarga-negaraannya. Mereka disamakan dengan orang-orang Bangladesh dalam hal agama, bahasa, dan fisik.

Menghapuskan identitas Islam dan pengaruhnya:

Hal ini dilakukan dengan cara menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam. Yaitu menghancurkan masjid, madrasah, dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Lalu kaum muslimin dilarang sama sekali untuk membangun suatu bangunan yang berkaitan dengan Islam. Dilarang membangun masjid, madrasah, kantor-kantor dan perpustakaan, tempat penampungan anak yatim, dll. sebagian sekolah-sekolah Islam yang tersisa tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah, dilarang untuk dikembangkan, dan tidak diakui lulusannya.

Umat Islam diusir dari kampung halaman mereka. Tanah-tanah dan kebun-kebun pertanian mereka dirampas. Kemudian orang-orang Budha menguasainya dan membangunnya dengan harta-harta yang berasal dari kaum muslimin. Atau membangunnya menjadi barak militer tanpa kompensasi apapun. Bagi mereka yang menolak, maka tebusannya adalah nyawa. Inilah militer fasis yang tidak mengenal belas kasihan.

Darunnajah Charity kali ini membuka stand “Santri Peduli Rohingya” sebagai aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. Aksi ini ditandai dengan membuka stand, membuat poster dan baleho dan kami juga membuat broadcast singkat yang akan kami share lewat grup whatssapp dan BBM. Media Sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Website dll.

 

Ayo segera salurkan bantuan anda ke Darunnajah Charity…..!

 

Contact Person : Nurrahmania, S.Pd (0852-05082734)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Darunnajah Charity adalah lembaga Darunnajah yang fokus di bidang sosial dan kemasyarakatan. Darunnajah Charity menerima donasi dalam berbagai bentuk, baik zakat, infaq, shadaqah, wakaf ataupun lainnya. Darunnajah Charity memiliki banyak program sosial kemasyarakatan. Diantaranya; Beasiswa dhuafa, panti asuhan, bakti sosial, posko bencana alam, dll. Lembaga ini juga melibatkan santri dalam kegiatannya sehingga santri dapat belajar peduli dengan sesama dan indahnya berbagi. Banyak sekali santri, warga, korban bencana dan pihak-pihak lain yang merasa terbantu dengan adanya lembaga Darunnajah Charity.