Sep 142012
 

Khutbah Tertinggi Pimpinan Pesantren di PORSEKA XXXVI

Drs. K.H. Mahrus Amin, Pendiri dan Pimpinan Pesantren Darunnajah JakartaJAKARTA/dn.com – Dalam rangkaian acara pekan perkenalan santri baru tahun pelajaran 2012/2013 ini, Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan Khutbatul Arsy, yaitu khutbah atau ceramah dari pimpinan Darunnajah. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pembukaan acara Pekan Olahraga, Seni dan Pramuka (PORSEKA) XXXVI yang digelar pada hari Ahad (9/9) kemarin. Khutbah dari Pimpinan Pesantren ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para santri, khususnya santri baru tentang Pondok Pesantren Darunnajah.

“Tujuannya supaya santri tahu tentang Darunnajah. Jangan seperti monyet makan manggis, yang terlihat hanya luarnya saja yang berwarna hitam dan rasanya pahit, tidak melihat apa dan bagaimana isinya yang begitu manis”. Kata Drs.KH. Mahrus Amin dalam pidatonya di Khutbah hari Kamis, 13 September 2012 bertempat di GOR Darunnajah. Kyai Mahrus memberikan materi tentang sejarah Pondok Pesantren Darunnajah dan beberapa sub materi tentang jiwa kepesantrenan yang meliputi Panca Jiwa, Panca Bina, Panca Dharma dan Panca Jangka yang disampaikan sejak pukul 07.00 sampai pk 11.00 WIB.

Di Hari kedua khutbatul Arsy, Selasa, 11 Sep 2012, materi berikutnya mengenai Yayasan Darunnajah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Darunnajah, H. Saifuddin Arief, SH., MH., dilanjutkan dengan pemateri berikutnya oleh Drs.H. Sofwan Manaf, M.Si (Pimpinan Pesantren Darunnajah) menjelaskan tentang Tarbiyatu Mu’allimin/at Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah sebagai jenjang pendidikan 6 tahun, setingkat Tsanawiyah/SMP dan Aliyah/SMA.

Materi tentang Biro Pengasuhan juga disampaikan dalam acara tersebut oleh Kepala Biro, Ustadz H. Agus Sugianto, S.Ag., M.M., dilanjutkan dengan penjelasan kepengurusan OSDN kepada adik-adik kelasnya.

Orientasi terhadap almamater ini diharapkan dapat diserap oleh para santri, baik santri lama maupun santri baru sehingga mereka akan lebih mengerti dalam memaknai arti belajar di Pesantren yang sebenarnya. Semoga ukhuwwah antar santri dapat terbina diantara para santri, sehingga santri senior dapat membimbing santri baru.

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.