Pengertian Menurut Zakat Fitrah

Secara Bahasa, Zakat berasal dari bahasa Arab yakni “Zakaah” yang berarti membersihkan. Kaitannya dengan Zakat  jika dihubungkan dengan bulan Ramadhan maka kita kenal dengan Zakat Fitrah.

Apa Pengertian Zakat Fitrah? Menurut definisi para ulama, Zakat Fitrah adalah Zakat badan yang dikenakan pada bulan Ramadhan berupa makanan Pokok berupa satu Shaa, atau kurang lebih 2,5 Kg. ini diperintahkan kepada Rasulullah saw pada tahun ke-2 Hijrah atau pada tahun 623 M, ditandai dengan turunnya ayat dalam surat Al Baqarah ayat 271.

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّاهِىَ , وَإِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ , وَيُكَفِّرُ عِنْكُمْ مِّنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka Menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ust Muddatsir, S.E

Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu shaa’ korma atau satu shaa’ gandum atas hamba dan orang merdeka, kecil dan besar dari kalangan muslimin.” (Riwayat Bukhari (3/291) dan Muslim (984)

Sebagaimana Ayat dan hadits diatas, Zakat Fitrah hukumnya wajib bagi setiap umat Islam yang mampu menunaikannya, yakni orang yang mempunyai kelebihan makanan pada hari itu/hari raya.

Seorang ayah wajib menunaikan zakat dirinya dan anggota keluarganya yang menjadi tanggungjawabnya, termasuk bayi yang baru lahir pada akhir bulan Ramadhan sebelum matahari terbenam. Sedangkan janin yang belum lahir tidak dikenakan kewajiban untuk menunaikan Zakat Fitrah ini. Tidak juga diwajibkan terhadap orang yang meninggal sebelum malam/matahari terbenam yaitu sebelum hari Idul Fitri.

Jika orangtua tidak mampu membayarkan Zakat untuk anggota keluarganya yang menjadi tanggungannya maka orangtua tersebut hanya diwajibkan menunaikan Zakat bagi dirinya sendiri. Alangkah lebih baik jika seorang anak yang sudah mampu menunaikan Zakat bagi orangtuanya.

Apa yang harus ditunaikan dari Zakat itu?

Sebagaimana yang disebutkan diatas bahwa yang kita bayarkan untuk zakat Fitrah adalah Kurma, gandum dan lain-lain yang menjadi makanan pokok dari suatu daerah tersebut. Maka jika orang Indonesia makanan pokoknya beras, lebih afdholnya membayar zakat fitrah dengan beras sebanyak 2,5 Kg.

Berapa ukuran Zakat Fitrah?

Menurut Hadits yang disebutkan diatas tadi, ukuran Zakat Fitrah adalah 1 Shaa. Kata Rasulullah, Shaa adalah Timbangan orang Makkah dan Takaran orang Madinnah atau kalau dikonversikan 480 biskol, 1 biskol 4,25 gram, maka 1 Shaa itu sama dengan 480 biskol x 4,25 gram = 2,4040 gram atau digenapkan menjadi 2,5 Kg beras.

Kapan diwajibkannya mengeluarkan zakat fitrah?

Waktu yang paling utama untuk menunaikan Zakat Fitrah adalah setelah terbit fazar sampai ketika Imam Shalat Idul Fitri naik ke mimbar untuk berkhutbah. Namun boleh juga membayar zakat Fitrah pada bulan Ramadhan.

Rasulullah saw mewajibkan zakat Fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kotor, dan sebagai pemberian makana bagi orang miskin. Maka siapa yang membayar Zakat Fitrah sebelum shalat Ied itulah yang diterima, tetapi siapa yang membayar Zakat setelah shalat Ied itu dinilai sebagai Sedekah biasa. (HR Abu Daud, Ibnu Majah)

Siapa saja yang berhak menerima zakat Fitrah?

Yang paling berhak menerima Zakat Fitrah adalah Fakir Miskin. Sebagai mana yang disebutkan pada hadits diatas bahwa merekalah yang paling berhak menerima Zakat Fitrah. Sebagian ahli Fiqih berpendapat orang yang berhak menerima zakat ada 8 golongan yaitu: Fakir, Miskin, Amil (Petugas Zakat), Muallaf, Orang yang dililit Hutang, Sabilillah dan Ibnu Sabil.

Sebagaimana dalam surat At-taubah ayat 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمِ وَفِيْ الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وِفِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السِّبِيْلِ فِرِيْضَةً مِنَ اللهِ وَاللهُ غِلِيْمٌ حَكِيْمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Atau dapat kita Uraikan, Yang berhak menerima zakat Ialah:

1. orang fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.

2. orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan.

3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.

4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.

5. memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.

6. orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

7. pada jalan Allah (sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

8. orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Namun sebagian Ahlul Ilmi dan Syaikhul Islam berpendapat bahwa membayar Zakat Fitrah hanya kepada Fakir dan Miskin saja. Tidak pada 8 golongan diatas karena ayat diatas berbicara secara umum yakni Shadaqah biasa. Sebagaimana dalam Majmu Al-Fatawa (25/71-78) serta murid beliau Ibnul Qayyim pada kitabnya yang qayyim (tegak) Zaadul Ma’ad (2/44).

Dimana kita harus mengeluarkan Zakat Fitrah?

Diutamakan membayar zakat Fitrah di tempat sendiri dimana kita tinggal. Kecuali orang yang berhak menerima zakat telah pergi dan tidak ada orang lain maka boleh dibayarkan ditempat lain. Bila sedang dalam bepergian, maka diberikan pada fakir miskin yang ditemukan pada hari itu. Memberikan Zakat Fitrah pada sanak family lebih utama namun tidak pada orangtua, kakek, anak dan Cucu.

Apa Hikmah Zakat Fitrah?

Hikmah yang dapat kita petik dari perintah Zakat Fitrah bagi kita dan oranglain. Hikmah yang dapat kita rasakan adalah membersihkan diri orang yang berpuasa dari perbuatan kotor dan sia-sia. Bagi Masyarakat member jaminan kehidupan kepada Fakir Miskin minimal pada hari itu. Hikmah lainnya adalah memberikan kegembiraan dan menghapuskan kepahitan hidup, disaat semua orang merasakan gembira berhari raya Idul Fithri.

Disampaikan Oleh: Ust Muddatsir S.E

Staf Biro Keuangan Pesantren Darunnajah Cipining

Pada Kultum Ramadhan

[WARDAN/Kang DR]

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.