Kegiatan Ilmiyah di Pesantren Darunnajah sangat variatif dan dilaksanakan secara kontinyu. Hal ini dilakukan untuk menunjang peningkatan ilmu dan wawasan agama Islam. Salah satunya adalah Ta’lim Shubuh yang disampaikan oleh Guru-guru kepada para santri Darunnajah Cipining. Khususnya Santri yang bermukim di Kampus-2, kegiatan Talim berjalan sebagaimana jadwal berlaku yang telah dibuat oleh Biro Dakwah dan Humas Pesantren. Untuk memaksimalkan dan memanfaatkan waktu, jika pemateri berhalangan hadir maka kegiatan Talim Shubuh tetap berjalan dengan materi pembahasan Kitab Zaadul Maad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang dibawakan oleh Ustadz Deni Rusman, selaku pembimbing kegiatan Kajian Ilmiyah di Kampus-2.

Kitab Zaadul Maad merupakan kitab yang membahas tentang pedoman hidup yang cukup lengkap yang mengacu pada pola kehidupan Nabi Muhammad saw. Maka pantas kalau Kitab yang terdiri dari 5 buku ini disebut sebagai “Bekal Menuju Ke Akhirat”. Pada pertemuan pertama, mengisi kekosongan pada hari pembahasan Kitab Zaadul Maad adalah tentang “Kebaikan Ada Ditangan Allah” yang terdapat pada buku pertama, yang juga merupakan judul pertama dari buku seri pertama tersebut. Berikut adalah pembahasannya.

Pilihan Allah SWT

- Advertisement-

Hanya Allah semata yang mempunyai hak menciptakan dan menentukan pilihan, sebagaimana firman-Nya;

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (٦٨)

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka[1134]. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (QS-Al-Qashash: 68)

Sebagaimana Allah swt semata yang yang berhak menciptakan, maka Dia pula yang berhak memilih, karena Dia lebih mengetahui tentang apa yang dipilih-Nya.

وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ (١٢٤)

Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada Kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” (QS Al-An’am: 124)

وَقَالُوا لَوْلا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ (٣١)أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (٣٢)

“Dan mereka berkata: “Mengapa Al Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?” Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Az-Zukhruf: 31-32)

Allah mengingkari pilihan mereka dan mengabarkan bahwa pilihan untuk menurunkan Al-Quran itu kembali kepada Dzat yang membagi-bagikan kehidupan diantara mereka dan meninggikan derajat sebagian di atas sebagian yang lain.

Firman Allah swt; “Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan”, bahwa Allah membebaskan Diri-Nya dari hal-hal yang mereka persekutukan, berupa usulan dan pilihan mereka. Syirik mereka tidak bisa menjamin untuk menetapkan khaliq selain Allah, karena itu Allah membebaskan Diri-Nya dari syirik mereka.

Sebagaimana Allah yang menciptakan mereka, Dia pula yang menentukan pilihan bagi mereka. Pilihan ini kembali kepada hikmah Allah dan pengetahuan-Nya tentang siapa saja yang layak mendapatkan pilihan itu, bukan karena terpengaruh oleh usulan dan pilihan mereka. Pilihan yang bersifat umum ini merupakan bukti paling besar tentang Rububiyah Allah dan merupakan saksi paling besar tentang Wahdaniyah-Nya, sifat kesempurnaan-Nya dan kebenaran Rasul-Nya.Diantara contohnya adalah pilihan Allah yang jatuh kepada para malaikat pilihan, sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad saw.

Ya Allah, Rabb Jibril, Mika’il dan Israfil, yang menciptakan langit dan bumi, yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau menetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Berilah aku petunjuk tentang kebenaran yang diperselisihkan di dalamnya dengan seizing-Mu, sesungguhnya engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus” (HR Muslim)

Begitu pula pilihan Allah yang jatuh kepada para nabi dari anak keturunan Adam, pilihan-Nya yang jatuh kepada para rasul diantara mereka, pilihan-Nya yang jatuh kepada Ulul Azmi di antara mereka, yaitu lima rasul seperti yang disebutkan dalam surat Al-Ahzab dan Asy-Syura. Begitu pula pilihan Allah yang jatuh kepada Al-Khalilain (dua keasih), Ibrahim dan Muhammad.

Kemudian Allah memberi anak keturunan ismail dari Bani Adam, memilih bani Kinanah dari bani Adam, lalu memilih Quraisy dari bani Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, lalu memilih Muhammad dari bani Hasyim sebagai pemimpin bagi seluruh umat manusia. Dalam Al-Musnad disebutkan dari Mu’awiyah bin Haidah secara marfu’, “Kamu sekalian sama dengan tujuh puluh umat, tapi kalian yang paling baik dan paling mulia bagi Allah di antara mereka.”

Di dalam musnad Al-Bazzar disebutkan dari hadits Abu Daud secara marfu’, “Sesungguhnya Allah berfirman kepada Isa bin Maryam, ‘Aku telah mengutus suatu umat sesudahmu. Jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, maka mereka memuji dan bersyukur, dan jika mereka ditimpa apa yang tidak mereka sukai, maka mereka memurnikan hati (karena Allah) dan bersabar. Padahal sebelumnya mereka tidak memiliki kesabaran dan Ilmu’. Isa berkata, ‘wahai rabbi, bagaimana ini terjadi, padahal dahulunya mereka tidak memiliki kesabaran dan ilmu?’ Allah menjawab, ‘Aku memeberikan kepada mereka dari kesabaran dan ilmu-Ku’.”

Allah menghususkan Diri-Nya dengan kebaikan.

Maksudnya, Allah memilih yang terbaik untuk segala jenis, lalu menghususkannya bagi Diri-Nya. Allah adalah baik dan tidak menyukai kecuali yang baik-baik. Dengan begitu dapat diketahui tanda kebahagiaan dan penderitaan hamba. Karena yang baik hanya cocok untuk yang baik pula. Orang yang baik hanya cocok untuk orang yang baik pula, yang hatinya tidak akan tenang kecuali dengan yang baik itu.

Allah mempunyai perkataan yang baik, tidak ada yang dapat naik kepada-Nya kecuali perkataan yang baik pula. Allah menghindar dari perkataan yang keji, dusta, ghibah, adu domba, pernyataan palsu, dan segala jenis perkataan yang tidak baik. Allah juga tidak menerima kecuali amalan-amalan yang baik. Amalan-amalan yang baik ini pasti memiliki visi yang sama antara fitrah yang lurus dan syariat para nabi dan yang sejalan dengan akal sehat, seperti menyembah Allah semata tanpa menyekutukan-Nya, mendahulukan keridhaan-Nya daripada hawa nafsunya, menyukai dan mengusahakannya, berbuat baik kepada sesame makhluk sesuai dengan kesanggupannya. Berbuat bersama mereka seperti apa yang mereka sukai, disertai dengan akhlak yang baik, seperti murah hati, menjaga kehormatan diri, sabar, pengasih, memenuhi janji, jujur, lapang dada, tawadhu, dan tidak tunduk kecuali hanya kepada Allah semata dan lain sebagainya.

Allah juga tidak memilih pernikahan kecuali yang paling baik diantaranya dan tidak memilih pendamping kecuali yang baik-baik saja. Inilah di antara keadaan orang-orang yang difirmankan Allah,

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٣٢)

“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS An-Nahl: 32)

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ (٧٣)

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya’.” (QS Az-Zumar:73)

Huruf fa’ pada fadkhuluha didalam ayat ini merupakan fa’ as-sababiyah. Dengan kata lain, dikarenakan kebaikan kalian, maka masuklah surga. Allah juga telah memasangkan orang atau sesuatu yang baik dengan pasangannya yang baik pula. Begitu pula kebalikannya. Firman-Nya;

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”. (QS An-Nur: 26)

Sekalipun memang ayat ini ditafsirkan untuk laki-laki dan wanita, tapi maknanya lebih umum lagi dan mencakup untuk hal-hal yang lain. Allah menjadikan yang baik dengan segala kesempurnaannya ada di surga dan menjadikan yang buruk dengan segala kesempurnaannya ada di neraka. Surga merupakan tempat yang dikhususkan bagi yang baik dan neraka merupakan tempat yang dikhususkan bagi yang buruk. Lalu disana ada tempat lain yang di dalamnya bercampur antara yang baik dan buruk, yang tak lain adalah dunia yang kita tempati ini. Pada hari kiamat kelak, Allah akan memisahkan yang buruk dari yang baik, lalau masing-masing masuk ke tempatnya.

Artinya, Allah menjadikan kebahagiaan dan penderitaan sebagai tema yang harus diketahui. Pada diri seseorang ada dua elemen. Maka yang lebih berkuasa atas dirinya dari dua elemen ini, maka dia akan menjadi pengikut-nya. Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia mensucikannya sebelum mati, hingga pensucian dirinya tidak memerlukan api (neraka). Hikmahnya, Allah tak mau didekati seseorang dengan kekotorannya. Maka Dia memasukkannya kedalama neraka agar menjadi suci. Proses penyucian ini tergantung darri cepat atau lambatnya kotoran itu sirna. Karena orang yang musyrik itu serba kotor dirinya, maka dia sama sekali tidak bisa dibersihkan dan disucikan, seperti seekor anjing yang kenajisannya tetap tidak akan hilang, meskipun sudah dicemplungkan kedalam lautan. Karena orang mukmin itubersih dan terbebas dari kotoran, maka api haram menyentuhnya. Sebab tidak ada yang harus dibersihkan dalam dirinya. Mahasuci Allah, yang hikmah-Nya dapat dibaca orang-orang yang berakal.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.