Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .

Bismillahirohmanirrahim. Tentang artikel ini saya berbagi sedikit pengalaman ketika mulai menghafal Al-Qur’an. Caranya yaa… gampang-gampang susah, tergantung kesungguhan kita tuk memulai menghafalnya. Dan kita juga tak lupa tuk memperhatikan makharijul hurufnya serta hukum tajwidnya.

Pendahuluan

- Advertisement-

Memang,kebiasaan santri tahfizh itu adalah menghafalkan Al –Quran ,tetapi cara menghafalkannya yang belum pasti benar dan sebagian santri biasanya bingung apabila hafalannya tidak lancar  ataupun  hanya dapat hafalan yang sedikit, tidak sesuai dengan aturan yang ada. Dan ketika di tasmi’ pun terkadang masih terbata-bata bacaannya.

Menghafalkan Al-Qur’an itu tidak sembarang dihafalkan saja, tetapi harus diamalkan juga kepada orang lain. caranya pun tidak terlalu susah, hanya saja kita melakukannya dengan niat dan kesungguhan dalam menghafalnya. Menghafal Al-Qur’an itu dengan cara membaca. Selama membaca Al-Qur’an kita selalu dalam kebaikan. Jadi, saat kita tidak hafal-hafal, Allah ingin agar kita selalu dalam kebaikan

Bagaimana cara kita menghafal Al-Quran dengan cepat???

Sebenarnya kecepatan kita menghafal itu bergantung pada kebiasaan kita sendiri untuk menghafal. Semakin sering menghafal, maka akan semakin mudah kita untuk menghafal selanjutnya.

Ada 6 cara menghafalkan al-quran [1 halaman] dengan waktu hanya 2 jam

Caranya:

  • 30 menit sebelum shalat shubuh, dibaca terlebih dahulu ayat yang ingin di hafalkan sampai waktu shlat .
  • Setelah sholat shubuh hafalkan ayat tadi yang telah dibaca, selama 30 menit
  • Sebelum sholat zhuhur , lalu dihafalkan kembali ayat yang tadi slama 6 menit dan setelahnya (sholat)
  • Sebelum shalat ashar , lalu dihafalkan kembali ayat yang tadi selama 6 menit,dan setelahnya (sholat)
  • Setelah shalat maghrib , lalu dihafalkan kembali selama 6 menit
  • Sebelum waktu tidur , lalu di muroja’ahkan 1 halaman yang tadi sudah dihafal , selama 30 menit .

 

Jadi, sebenarnya menghafal Al-Qur’an itu tidak terlalu susah, kalau saja dari dalam hatinya ada kemauan yang kuat serta ke Istiqomahannya dalam menghafal maupun mengulangi hafalannya. Al-Qur’an sendiripun sangat sensitif sekali terhadap hal-hal yang berbau maksiat. Kalau ingin mudah menghafal, ya.. jauhi maksiat.

Seperti wasiat Imam Syafii yang berbunyi :

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.

Dan kurangilah makan berlebihan, alangkah baiknya jika makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Sebab, jika perut terlalu banyak, maka tidak terkecuali akan menimbulkan kemalasan. Dan juga, perbanyaklah bacaan surat pendek dalam sholat menggunakan ayat yang telah kita hafal.

Sekian artikel ini saya sampaika, semoga beermanfaat.(ghofur/13)

 

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini