• Pondok Pesantren Darunnajah
  • Pondok Pesantren Darunnajah
Pondok Pesantren Darunnajah
Pondok Pesantren Darunnajah
Pondok Pesantren Darunnajah
Pondok Pesantren Darunnajah

Kilasan

Kilk Galery Untuk Melihat Foto Kegiatan

 
Pondok Pesantren Darunnajah

Statistik Pengunjung

Hari ini: 476
Kemarin: 538
Bulan ini: 5748
Total Pengunjung: 250317
Maks. per bulan 13252
  Data bulan: 2010-1
Total halaman dibuka: 1904367
Data sejak: 2007-09-23
Pondok Pesantren Annakhil PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh HUSNI   
Wednesday, 25 April 2007

 

PESANTREN DARUNNAJAH VI ANNAKHIL MUKO-MUKO BENGKULU 

Pimpinan Pesantren  : Al-Ustadz M. Ali Imron, S.Ag
Alamat                          : Sambirejo, Pasar Bantal, Muko-Muko Bengkulu
Telp./Fax.                      : +62 85268355594, +62 81367999890

URL                                : http://www.annakhil.blogspot.com/

Darunnajah yang berpijak di Bengkulu ini mulai dikelola dari tahun 1997. Awalnya lahan tersebut merupakan sebuah ide dari Dr. Luthfi, adik dari Ibu Mafida Puspadina (menantu KH. Abdul Manaf Mukhayyar). Pada saat itu beliau mengapresiasikan ide tersebut kepada H. Nasrullah Manaf, M.Si., yang kemudian membuat surat proposal untuk perizinan pengelolaan lahan tersebut, Kemudian pada Desember 2005, lahan tersebut diserahkan kepada Yayasan Darunnajah. Hingga tahun 2000, Darunnajah telah berinvestasi sebedar 2 milyar rupiah.

Lahan tersebut  secara resmi diserahkan secara langsung kepada Yayasan Darunnajah. setelah kedatangan H. Saifuddin Arief, SH.,MH. kesana tepat Desember 2005. Namun yang semula luas lahan tersebut seluas 1000 hektar, diralat menjadi 200 hektar. Tidak sampai disitu, luas tanah tersebut kemudian diralat lagi menjadi 160 hektar. Hal tersebut terjadi dikarenakan ketidakjelasannya informasi yang diberikan developer/pengelolah yang diamanahkan Pesantren. Sehingga menjadi sebuah pelajaran bagi Darunnajah, bahwa status dalam membuka proyek harus jelas.

Kemudian pada bulan Desember 2005, lahan seluas 160 hektar itu hanya ditanami kebun sawit yang hanya berprosentase 60% saja. Sedang manajemen dalam mengurus kebun tersebut masih belum terorganisir. Maka dari itu, Yayasan Darunnajah mengutus beberapa orang guru Ust Drs.H.Baharuddin Moyensyah, MM., Nuruddin Ambari, Ibnu Hajar dan lainnya.  Hasilnya dalam setahun An-Nakhil terorganisir serta terstruktur dengan baik, sehingga mampu membuahkan hasil yang optimal. Di lain hal, An-Nakhil yang dikelola sepenuhnya oleh Yayasan Darunnajah   dan sempat memperluas lahan kebun tersebut. 10 hektar yang diserahkan kepada An-Nakhil.

Langkah selanjutnya dari pengelolaan, yaitu memelihara dan memanen sawit, dimana hasilnya cukup memberikan laba besar bagi Yayasan Darunnajah. 1 tahun setelah pengelolahan berikutnya, didirikan Pesantren yang telah diniati sejak 1997 dan belum terwujud, Ust. Sofwan Manaf menamakan pesantren ini 'ANNAKHIL" artinya kelapa sawit, untuk pembuatan sebuah pesantren yang bermuara pada niatan sosial masyarakat disana. Adapun lembaga pendidikan yang dikembangkan di atas lahan tersebut, diantaranya Tsanawiyah dengan enam orang Ustadz sebagai pemberi kemudahan dalam mengajarkan ilmunya. Tidak hanya itu, lima belas karyawan juga telah disiapkan untuk membantu memelihara lahan disana. Seluruh santri secara keseluruhan berjumlah seratus dua puluh lima orang yang tidak tinggal di asrama, dimana dari lima orang dalam jumlah tersebut saja yang bermukim disana. Hingga saat ini, An-Nakhil sendiri terus dikembangkan agar nantinya bisa memberikan maslahat besar bagi Umat dan Darunnjah.

Sejak dibangun, pesantren ini telah dilengkapi dengan asrama putra dan putri, kelas, ruang makan, aula, dan masjid sumbangan dari Arab Saudi.

Ikrar wakaf dan peletakan batu pertama pembangunan masjid telah dilaksanakan pada tanggal 13 Rabi'ul Awwal 1428 (1 April 2007) dengan dihadiri Bupati Mukomuko Bapak Ichwan Yunus dan disaksikan 700 orang dari masyarakat sekitar.

Pesanten ini mengelola unit pendidikan TPA, SMP, dan SMK.
 
Alhamdulillah pada tahun ini,An-Nakhil telah dilengkapi beberapa fasilitas, diantaranya :
a.2 (dua) lokal asrama putra dan 2 (dua) lokal asrama putri ukuran 9x12 m2
b.1 (satu) unit masjid 12x12m2
c.1 (satu) unit ruang belajar
d.1 (satu) unit dapur umum
e.Sedang dibangun 1 unit Masjid ukuran 15x15 m2 bantuan dari Dr. Abdullah (LIPIA)
f.Lapangan sepak bola

Adapun kegiatan pendidikan yang telah terlaksana hádala sebagai berikut :
1.Taman Pendidikan Alqur’an yang dilaksankan setiap hari mulai pukul 14.00 s.d 16.00, jumlah santri 150, sedangkan santri yang mukim saat ini baru 3 orang.
2.Pendidikan formal akan dimulai pada bulan Juli 2007 dengan membuka SMP dan SMK dengan jurusan Teknologi Informatika

 

Pembaharuan Terakhir ( Wednesday, 19 November 2008 )
 
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Google Web Search