|
PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH 4 TSURAYA Pimpinan Pesantren : TB. Safarudin Alamat : Kp. Cacaban, Citasuk, Padarincang, Serang, Banten Telp./Fax. : +62254-250950 SMS 081388704240 Email :
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
 Pesantren Tsurayya PROFILE Pondok Pesantren Tsurayya (Darunnajah IV) adalah salah satu cabang Pesantren Darunnajah Jakarta yang kehadirannya khusus disediakan bagi anak-anak usia sekolah yang kurang mampu secara ekonomi. Latar belakang dibangunnya pesantren ini adalah berawal dari keprihatinan al-marhumah Hj. Soraya Manaf semasa hidupnya, terhadap prospek pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Pada tahun 1995/1996 (alm) K.H. Abdul Manaf Mukhayyar membeli tanah di Kampung. Cacaban Desa. Citasuk Padarincang, pada tahun 1997 dimulailah pembangunan pesantren dan selesai pada tahun 1998 dan langsung dimulailah penerimaan murid baru yang pertama kalinya. Saat ini, 2008, telah dikembangkan dengan asrama dan manajemen yang baru di kampus 3 Tsurayya. FASILITAS 1. Musholla dan Masjid 2. Asrama Permanen 3. Gedung sekolah 4. Lapangan olah raga  Tadarrus Al-Quran PENDIDIKAN Jenjang pendidikan yang tersedia sudah meliputi TK, MI dan MD. Lokasi sekolah memang agak berjauhan yaitu sekitar 200 m dari Pesantren. Rencananya Insya Allah pada tahun selanjutnya akan dibangun tingkat SLTP dan SLTA. Meski masyarakat sekitar Pesantren lebih menyukai pelajaran umum daripada pelajaran agama, namun Pesantren Darunnajah IV Tsurayya tetap akan menggunakan perpaduan pelajaran agama dan umum 50:50. Jumlah murid keseluruhannya: TK ada 20 orang, MI dan MD dari kelas I sampai kelas VI ada 67 orang, dan anak-anak yang berasrama ada 28 anak. Mereka berasal dari berbagai daerah. Diantaranya Lampung, Sumatera, Jambi, Garut, Tangerang, Padarincang dan lain-lain. Kesemuanya merupakan anak tidak mampu. Biasanya anak yang sudah tamat MI dilanjutkan ke Tsanawiyah Darunnajah III (Al Mansur) Serang. Dikarenakan saat ini di Padarincang sendiri belum ada Tsanawiyah. Biayanya pun masih ditanggung oleh Yayasan Darunnajah (Jakarta).
PENGASUHAN Ada anak yang kedua orang tuanya sudah meninggal. Akhirnya semua biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan lainnya ditanggung oleh Yayasan Darunnajah (Jakarta). Namun mayoritas anak-anak yang berasal dari daerah sekitar Pesantren hanya iuran sekolahnya saja yang ditanggung oleh Pesantren. Untuk kebutuhan lain ditanggung oleh pihak keluarga yang bersangkutan. Kami akan merasa sangat bahagia ketika melihat anak-anak didik kami berbahagia. Apalagi ketika bulan puasa tiba, biasanya ada sebagian orang yang mengundang mereka untuk berbuka puasa bersama. Kebahagiaan terpancar dari pada wajah-wajah mereka yang riang dan penuh kebahagiaan. Tentunya kamipun ikut merasa bahagia atas kebahagian mereka. Dukanya adalah ketika kami melihat mereka sedang sakit, apalagi sekarang ini, di musim hujan seperti ini. Bangunan yang ada pun sudah rapuh dan memerlukan renovasi. Tapi dikarenakan dana yang kami miliki terbatas, kami belum bisa merenovasi. Atapnya sudah bocor dan anak-anak tidur di atas lantai tanpa beralaskan kasur dan ranjang. FASILITAS Dulu Pesantren Darunnajah IV Tsurayya pernah mandapat sumbangan ranjang, Namun tidak lama kemudian ranjang-ranjang tersebut rusak. Pesan untuk anak-anak didik kami; teruslah belajar demi mencapai apa yang kalian cita-citakan. Niatkanlah karena Allah SWT semata, bersabarlah atas rintangan yang telah dan akan kalian hadapi di esok hari. Karena orang yang akan Allah selamatkan adalah mereka yang selalu bersabar. KADERISASI Sampai sejauh ini belum ada anak didik kami yang kami jadikan kader Pesantren. Sebabnya di Padarincang sendiri belum ada Tsanawiyah dan Aliyah. Biasanya yang dijadikan kader itu disekolahkan dulu di Pesantren Darunnajah Jakarta. Contohnya adalah kader kita saat ini yaitu Ust TB Safaruddin. Kepada pihakYayasan, perhatikanlah keadaan kami dan apa yang kami butuhkan. Semua ini demi kelangsungan pendidikan anak-anak kita. Kami sudah bertekad untuk berjuang menegakkan Islam Li i’laai Kalimatillah.
|