Patut kita syukuri betapa nikmatnya hidup di lingkungan Pesantren seperti ini, maka sebagai rasa ungkapkan terima kasih kita kepada Allah swt selayaknya kita terus meningkatkan Amaliyah Ibadah kita. Bukan sekedar menjalankan ibadah yang wajib saja, tetapi harus ada upaya untuk meningkatkan ibadah dengan cara mengamalkan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Shalat lima waktu Alhamdulillah sudah kita jalankan. Bagaimana cara meningkatkan shalat lima waktu ini? Maka lakukanlah dengan berjamaah (bagi laki-laki), tentu saja bagi wanita tidak di haruskan untuk berjamaah seperti kaum laki-laki. Karena memang sebagai wanita ada tugas dan kewajiban lain di dalam rumah, misalkan mengurus anak, menjaga rumah dan lain sebagainya. Kecuali barangkali yang sudah tida ada momongan dan rumahnya dekat dengan masjid maka boleh saja untuk melakukan shalat berjamaah di Masjid.

Pengajian Bersama Pak KyaiJadi bukan berarti bagi wanita tidak bias meningkatkan ibadah Shalat lagi, peluang untuk terus meningkatkan ibadah masih sangat terbuka lebar. Misalkan saja  dari sisi ke-khusu’-an yang memang sangat perlu dijaga. Karena kadang-kadang ketika Shalat pikiran kita kemanana-mana, ingat kalau sedang masak dan lupa kalau kompor belum di matikan, ingat kalau sedang menjemur pakaian yang belum di ambil sementara gerimis mulai turun. Gara-gara kurangnya kekhusyu’an ini bias mengakibatkan shalat kita terganggu dan bahkan turun nilainya. Maka hendaknya ketika hendak shalat, sedapat mungkin kita merapikan segala sesuatunya dan menyelesaikan pekerjaan yang kira-kira  bisa mengganggu kekhusu’an shalat.

Namun demikian jangan sampai shalat kita jadi terbengkalai dan tersita waktunya gara-gara sibuk mengurusi harta-benda. Karena banyak sekali orang yang menelantarkan dan mengabaikan Shalat karena kesibukan duniawinya. Shalatnya dilambat-laambatkan dengan alasan pekerjaan belum selesai dan sebagainya. Bahkan kadang-kadang sampai waktu shalat habis dan memasuki waktu shalat yang lainnya, sementara ia belum sempat melakukan shalat. Na’udzubillah.

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa; Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari)

Bagaimana cara meningkatkan kehusu’an? Salah satunya adalah dengan cara memohon kepada Allah swt agar kita diberi kemudahan untuk mencapai kehusu’an didalam shalat. Bisa juga sebelum shalat membaca doa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan, atau membaca surat An-Nas dengan harapan terhindar dari gangguan dan ketidak khusu’an.

Nah, kalau semua itu sudah dilakukan; shalat wajib sudah rutin diamalkan, shalatnya sudah khusu’, shalatnya sudah dengan berjamaah, maka kita memohon kepada Allah agar ibadah kita tetap bisa istiqomah dan terhindar dari keinginan untuk bermaksiat yang dapat menurunkan kualitas Shalat kita.

JamaahDi Akhirat nanti kita semua akan di hisab tentang amal-amal kita, demikian dengan shalat kita. Bahkan dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa Shalat adalah perkara pertama yang akan dipertanyakan. Rasulullah saw bersabda; “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia. Dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa shalat adalah pertama kali yang akan di periksa. Apakah shalat kita sudah sempurna atau belum. Sebagai seorang ibu dari anak kadang-kadang ada saja godaan yang menyebabkan kita bisa meninggalkan shalat. Misalkan sedang menyusui anak hingga tertidur, tiba-tiba bangun sudah pagi, sehingga shalat Isyanya ketinggalan. Atau bisa saja malamnya mungkin bangun tetapi lagi-lagi ada alasan pakaiannya kotor karena terkena ompol sang cabang bayi, sehingga ada keinginan untuk menunda shalat, bukannyaa menunda malah kebablasan karena tertidur.

Ketika bepergian misalnya, shalatnya jadi tertinggal dengan alasan tida membawa alat shalat atau mukena. Ketika pasca datang bulan, waktu Shalat sudah tiba dan haid sudah tidak keluar, tetapi  tidak buru-buru mandi besar. Sehingga shalatnya pun tertinggal. Maka hati-hati, semuanya itu akana diperiksa di akhirat nanti, dimana tidak ada satu pun yang bisa di sembunyikan seperti kita di dunia ini. Ketika shalat kita banyak yang bolong-bolong, maka itu semuanya akan diketahui.

Pimp PesantrenMaka untuk menutupi shalat kita yang belum lengkap dan bolong-bolong, bukan dengan shalat Qodho’, karena tidak ada Qodho didalam shalat. Bukan juga dengan membayar Fidyah, berapa yang harus kita bayar untuk menutupi shalat-shalat kita sejak usia baligh dahulu. Bagaimana cara menutupnya? Maka perhatikanlah. Cara menutupnya adalah dengan gemar melakukan shalat-shalat sunnah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam suatu riwayat sebagai berikut;

Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud no. 864, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Maka dari itu didalam melaksanakan Shalat wajib, maka lakukan pula shalat Qabliyah dan Bakdiyahnya. Shalat juga sebagai usaha untuk mencari rezeki, reseki lahiriah dan bathiniyah. Karena didalam shalat itu ada doa yang berbunyi; ROBBIGH FIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII; “Ya Allah, ampunilah aku, Rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku hidayah, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.”

Majelis Talim Istri GuruSemakin banyak kita shalat tentu saja semakin banyak kita membaca doa ini, memohon diberikan dan dicukupkan rezeki. Allah swt sudah menawarkan kepada kita, bahkan memerintahkan; “Berdoalah (mintalah) kepada-KU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60). Maka Shalat ini adalah merupakan bagian usaha batiniyah untuk bisa mendapatkan rezeki. Karena didalam shalat itu seperti yang sudah kita dengarkan diawal tadi, terdapat doa untuk memohon diberikan rezeki yang terdapat setiap rokaat shalat kita.

Misalkan kita shalat dzuhur dengan jumlah rokaatnya empat rokaat, maka didalam shalat yang empat rokaat itu terdapat empat kali doa memohon diluaskan rezekinya. Demikian juga ketika kita shlata ashar, empat kali juga kita bisa membaca doa tersebut didalam sholat, dan seterusnya. Semakin banyak kita meminta maka semakin banyak pula kita akan mendapatkan. Nah, bagaimana seandainya kalau Shalat sunnah Qobliyah kita lakukan, Shakat Sunnah bakdiyyah kita lakukan, Shalat Sunnah Dhuha kita lakukan, shalat sunnah witir kita kerjakan, berapa besar pahala dan bagian yang akan kita dapatkan? Akan sangat besar sekali. Semakin banyak kita shalat, semakin banyak kita berdoa. Semakin banyak kita berdoa, semakin banyak pula yang bisa kita peroleh.

Dari sejak Sekolah Dasar kita mengerjakan shalat lima waktu, sudah menikah jangan Cuma lima waktu saja, tambah dong! Lengkapi dengan mengamalkan shalat-shalat sunnah. Ingin diluaskan rezekinya, perbanyak juga shalat Dhuhanya. Kalau hanya biasa shalat dhuha dengan dua rokaat saja, coba tingkatkan secara bertahap. Mencoba untuk shalat Dhuha empat rokaat, enam rokaat, delapan rokaat sampai maksimal dua belas rokaat. Karena memang tidak ada riwayat yang membolehkan shalat dhuha diatas dua belas rokaat. Sungguh berbeda orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui. Sungguh berbeda orang yang melakukan dengan orang yang tidak melakukan. Demikian juga berbeda orang yang hanya melakukan sekali dengan orang yang melakukannya dengan berkali-kali.

Kita ambil perumpamaan yang cukup mudah, apakah sama orang yang jualan banyak dengan orang yang jualan sedikit? Tentu berbeda, hasilnya yang didapat juga akan berbeda. Tinggal kita yang menentukan mau pilih yang mana. Mau pilih yang besar? Maka tingkatkanlah shalatnya.

Bagi ibu-ibu yang punya suami, ibu punya tugas; ajaklah dan ingatkan suami ibu untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Jangan sampai punya suami tapi malas pergi ke masjid. Dengan ibu menyuruh suami ibu untuk shalat berjamaah di masjid maka ibu pun mendapatkan pahala shalat berjamaah walaupun ibu shalatnya dirumah sendirian. Langkah menuju ke Masjid untuk shalat berjamaah terdapat keutamaan yang luar biasa. Allah swt akan menghitung setiap langkahnya dan menaikkan derajatnya, memberinya rahmat serta mengampuni dosanya.

Rasulullah saw bersabda; “Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk solat berjemaah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi mahupun pulangnya.” (HR Ahmad). Hadits lainnya Rasulullah saw bersabda; “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan bersuci (telah berwudu’) untuk melaksanakan solat fardu (berjemaah), maka pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram.” (HR Ahmad dan Abu Daud). [[email protected]]

==================================================

Artikel ini diambil dari transkrip ceramah Pimpinan Pesantren pada Majelis Talim bersama istri-istri guru pesantren. Hari Kamis tanggal 17 Januari 2013, Pkl 16.30 WIB. Tempat di Sekretariat Pesantren.

SHARE
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.