Ashabul Qolam

PENGAMATAN atau prosesuntuk mengenal sesuatu dengan memperhatikan suatu objek dan peristiwa atau hal-hal yang diperdalami untuk mencari sesuatu jawaban yang butuh pengamatan. Ekstrakulikuler Ashabul Qolam yang telah diresmikan di Nurul Ilmi Darunnajah 14 Periode 2014/2015. Ekstrakulikuler Ashabul Qolam yaitu sebuah ekskul yang didalamnya mempelajari tentang bagaimana cara merangkai dan membuat sebuah kata atau kalimat demi kalimat yang dikumpulkan dan dikembangkan sehingga menjadi sebuh karya yang indah.

Ekskul tersebut dianjurkan kepada seluruh Santri agar mengikutinya, dimulai dari tingkat SMP sampai SMK. setiap Santri harus membuat satu hingga dua karya seperti cerpen/puisi disetiap minggunya dan menyerahkannya pada bagian Jurnalistik. Karya-karya yang dikumpulkan itulah yang nantinya dapat mengembangkan pola fikir dan imajinasi setiap Santri begitupun perasaan yang dapat Mereka tuangkan dalam bentuk sebuah karya yang lebih banyak manfaatnya.

Karya-karya yang dibuat itu akan dikumpulkan menjadi satu higga banyak kemudian dicetak dan dibuatlah buku karya Santri Nurul Ilmi. Buku yang berisi kumpulan puisi dan cerpen akan diletakkan diperpusktakaan Nurul llmi dan sedang penggarapan untuk disebarkan dimedia cetak. Tujuan diadakan Ashabul Qolam agar para Santri membacanya dan setelahnya dapat dapat termotivasi dari apa yang telah Mereka baca dan hasilnya dari apa yang telah mereka lakukan.

PUISI merupakan kalimat yang dirangkai menjadi suatu kalimat yang indah, puisi dapat berupa kata mutiara ataupun yang lainnya begitupun dengan cerpen yang berupa cerita pendek sangat penting dipahamkan pada seluruh Santri bahwa cerpen berbeda dengan novel. Novel menceritakan anyak peristiwa dan lebih dari satu permasalahan juga tokoh yang bermain didalamnya sedangkan cerpen hanya satu permasalahan pada tokoh utamanya saja. Dan ceritanya tidaklah sepanjang novel.

Kegiatan Ashabul Qolam tersebut dikatakan bertujuan untuk mengembangkan dan memotivasi para Santri yang gemar menulis, yang gembar berimajinasi dalam merangkai kata. Dan menuangkannya dalambentuk karya, kreativitas Santri tersebut dapat menjadi percontohan untuk teman-temannya. Memotivasi diri sendiri untuk membangun jiwa-jiwa kadar pmimpin umat yang kreatif dan aktif. Memanfaatkan seuatu hal dengan hal yang positif.

Pengamatan, pemahaman, unsur perasaan, kreativitas, kemauan, dan pengembangan kosa kata dalam bahasanya merupakan sebagian unsur yang mendukung terciptanya cerpen dan puisi. Kuncinya berkemauan membaca dan meulis. Semakin banyak membaca maka semakin banyak pula ilmu yang kita dapatkan, kemudian diikuti dengan alur bahasanya yang berkembang.

Motivasi yang sering diucapkan dan ditanamkan oleh para santri Nurul ilmi darunnajah 14 adalah Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh amak ia akan mendapatkannya) serta berkarya dan berprestasi.