Bermain sambil belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, member kesenangan, maupun mengembangkan imajinasi anak dan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang terjadi akibat interaksi individu dengan lingkungannya, anak-anak yang sedang bermain dapat mengembangkan kemampuan kognisi dan motoriknya, serta belajar mengenal dunia sosial dan lingkungannya.
Manfaat bermain sambil belajar sains pada aspek-aspek perkembangan anak, diantaranya adalah:
1. Aspek perkembangan Motorik kasar dan halus
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bermain memungkinkan anak bergerak secara bebas sehingga mampu mengembangkan kemampuan motoriknya. dia belajar memanjat, melangkah, melompat, berayun dan sebagainya. Misalnya, bermain sambil bermain topic pengukuran akan meningkatkan kemampuan motorik anak. Anak mengukur lebar halaman dengan langkahnya, mengukur lebar kelas dengan depa, yang berarti melatih motorik kasar.
2. Aspek perkembangan kognisi
Penelitian Horn (1993) menunjukkan bahwa bermain memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berfikir logis, kreatif, dan imajinatif. Menurut piaget (1970), anak akan memahami pengetahuan melalui interaksi dengan objek yang ada di lingkungan sekitarnya. Pada saat bermain sambil belajar sains anak memiliki kesempatan untuk mengetahui sifat-sifat objek dengan cara mengamati, menyentuh, dan mendengarkan. Misalnya anak mengamati bentuk kerangka daun. Dari penginderaan tersebut anak memperoleh fakta, konsep, dan informasi-informasi baru yang akan disusun menjadi setruktur pengetahuan dan digunakan sebagai dasar untuk berfikir.
3. Aspek perkembangan sosial
Ketika anak sedang bermain sains anak dapat belajar bersosialisasi dan berkelompok sehingga membuka peluang untuk berinteraksi dengan anak atau orang lain. Interaksi tersebut mengajarkan kepada anak cara merespon, member dan menerima, menolak dan menyetujui ide atau perilaku anak yang lain. Hal itu sedikit demi sedikit mengurangi rasa egoism anak dan mengembangkan kemampuan sosialnya.
4. Aspek perkembangan bahasa
Pada saat bermain sains anak dilatih mengemukakan jawaban, yang berarti anak berlatih menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan menyatakan idea tau pikirannya. Dengan demikian, bermain akan melatih perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu bagi orang tua hendaknya pandai memotivasi anak untuk dapat berkomunikasi walaupun melalui kegiatan bermain.
5. Aspek perkembangan moral
Setiap permainan mempunyai aturan. Aturan akan dikenalkan oleh teman bermain sedikit demi sedikit, tahap demi tahap sampai anak memahami aturan bermain. Oleh karena itu bermain akan melatih anak menyadari adanya aturan dan pentingnya mematuhi peraturan. Hal ini merupakan tahap awal dari perkembangan moral.
(Bermain sambil belajar sains di TK)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) Darunnajah, atau Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Darunnajah adalah program studi perkuliahan jenjang sarjana (strata 1). PGRA Darunnajah mempunyai visi mencetak guru-guru TK yang profesional dan Islami. Keunggulan dari PGRA Darunnajah adalah kurikulumnya yang disesuaikan dengan materi-materi anak usia dini, fasilitas perkuliahan yang memadai serta dosen yang ahli di bidangnya. PGRA Darunnajah adalah bagian dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) yang berlokasi di Cipulir Pesanggrahan Jakarta Selatan.