Beginilah Underground City özkonam Turki

Dalam perjalanan menuju pemberhentian pertama (Underground City özkonam yang ditemukan pada tahun 1972 oleh seorang imam). kami melewati gunung Ergaeus (Ercies) merupakan gunung tertinggi di Cappadocia. Dahulu merupakan gunung merapi, namun sekarang tidak aktif.

Gunung ini berada di sebelah utara Turki, di sebelah selatan ada 2 gunung merapi: gn.hasan dan gn.malandes.
Cappadocia dikelilingi oleh 3 gunung tersebut dan setiap kali letusan membentuk lapisan dr material letusannya. Berjuta tahun erosi juga mengikis batuan2 lunak dr letusan tsb sehingga membentuk rupa batu yg unik.

- Advertisement-

Penduduk Cappadocia memiliki “gua batu bawah tanah” utk sembunyi dr musuh di bawah tanah yg terhubung dengan rumah mereka. Disebut “underground city” yaitu kota dibawah tanah.

Beginilah Underground City özkonam Turki

Tujuan awal pada pagi hari ini kita akan menuju The underground city tersebut. Dahulu kala banyak sekali gua2 yang dibuat dari pahatan manusia. Underground city ini bukan tempat tinggal sebenarnya akan tetapi digunakan untuk bersembunyi dari bangsa romawi, persia, dan arab. Mereka hanya tinggal sebentar didalam gua karena penyerangan tidak berlangsung lama. Penguasa/penjajah saat itu cenderung untuk singgah sebentar saja di kota ini karena termasuk kota yang miskin dibandingkan Istanbul, Ankara, ataupun kota lainnya. Lagipula, Cappadocia saat itu hanya dihuni oleh para pendeta yang tidak tertarik dengan segala hal duniawi/perebutan kekuasaan. Setelah abad ke 4 keadaan kota ini menjadi lebih baik, Romawi telah pergi dan bangsa Arab/Persia lah yang menginvasi daerah ini.

Kenapa Bangsa Arab menyerang? karena ada dalam sabda nabi suatu saat muslim akan menaklukkan tempat ini, yang membangun kota ini adalah orang2 Hittates yaitu orang terdahulu di Cappadocia. Merekalah yg membangun “Arsenal” yang berarti tempat menyembunyikan senjata (the underground city). Tidak ada catatan mengenai kota bawah tanah ini sehingga tidak diketahui pasti berapa banyak, berapa ukuran pasti dr rumah2 bawah tanah tersebut.

Beginilah Underground City özkonam Turki

Batu2an alami ini akan lebih menarik apabila diliat dari balon udara akan tetapi cuaca yang tidak memungkinkan balon2 tersebut untuk terbang karena kecepatan angin >10km/jam berbahaya untuk menerbangkan balon udara.

Buku Annabasis yang ditulis pada abad ke4 (bertahun2 setelah kota bawah tanah ini tidak dipakai), bercerita tentang kota bawah tanah ini. Dalam membangun kota ini, Kaum Hittates mengawali pembangunan kota bawah tanah ini berabad-abad lalu. Prosesnya pembangunannya diawali dengan dengan mencari sumber air lalu dibangunlah gua di sekitarnya. Gua bawah tanah ini dibuat berliku dan memiliki pintu satu arah (rolling stone) yang merupakan stategi dalam menghalau musuh ketika ada serangan. Dahulu, setiap kota di Cappadocia memiliki kota bawah tanah yang terhubung dengan rumah para penduduk. Tidak diketahui pasti jumlahnya namun diperkirakan berjumlah ribuan. Saat ini, hanya sekitar 40 buah yang bertahan karena tertimbun atau dimakan waktu.

Setelah itu, kami menuju tempat pembuatan keramik “Sultan”. Workshop ini telah berjalan selama 5 generasi dan dikelola oleh keluarga. Cappadocia terkenal dengan kerajinan keramiknya, sehingga bisa dilihat bahwa keluarga ini hanyalah salah satu dari banyak pengrajin di tanah ini. Dahulu kala, para lelaki diwajibkan untuk pandai membuat keramik dan perempuan diwajibkan pandai merajut sebagai syarat untuk menikah, karena pada saat itu hanya itulah komoditas Cappadocia. Produksi keramik ini unik karena tanah liat yang dipakai ada dua macam, yaitu yang berwarna merah (diambil dari sungai merah) dan putih. Di dalam workshop tersebut, kami mendengarkan penjelasan dan demonstrasi langsung oleh para pengrajin tentang produksi keramik di sini. Mulai dari desain, pembentukan, sketsa, pewarnaan, pembakaran, hingga finishing. Salah satu dari kami, Yuli ,santriwati kelas 5 bahkan mempraktekkan proses pembentukan keramik dengan tangan. Setelah melihat hasil dari produksi workshop tersebut, kami melanjutkan perjalanan menuju toko yang menjual produk pertanian lokal terutama yang terkenal adalah biji labu. Di sana, kami mendapatkan penjelasan tentang produk lokal Cappadocia mulai dari biji buah labu yang dioven menggunakan susu, buah plum, buah aprikot kering yang dibalut cokelat, biji aprikot, dan lain sebagainya.

Tibalah waktu makan siang, kali ini kami disuguhkan Testi Kebab atau the Pottery Kebab, yaitu kebab khas nya Turki yang dibuat dari daging dan sayuran (terong, paprika, dan wortel) yang dimasak di dalam guci dan disajikan langsung dari wadahnya tersebut. Setelah perut terisi, kami mampir sebentar di salah satu bagian bukit Utcisar yang merupakan bukit tertinggi di Cappadocia untuk melihat Pigeon Valley atau lenmbah yang dahulu dipenuhi oleh kandang burung dara buatan manusia yang digunakan untuk memanen kotoran burung. Produk ini adalah komoditas mahal saat itu dan sangat baik dalam menyuburkan tanah. Saat ini masih dapat terlihat rumah-rumah burung dara dan burung dara tersebut namun populasinya sudah jauh menyusut.

Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju masjid lokal untuk melaksanakan solat. Selepas solat, kami mengunjungi bagian lain dari bukit Utcisar. Kali ini pemandangan didominasi oleh bebatuan yang dipahat menjadi tempat tinggal pada zaman dahulu kala. Pemandangan menjadi sangat menarik karena banyak bagian dari bukit batu tersebut yang tertutup salju. Perjalanan dilanjutkan menuju Red Valley atau lembah merah. Dari jauh kita dapat melihat batu besar (dataran tinggi) yang berlapis tiga dengan warna berbeda. Lapiran pertama merupakan lapisan yang terbentuk dari lava, sementara dua lapisan di bawahnya terbentuk dari debu vulkanik dari letusan gunung berapi bertahun-tahun lamanya. Sekali lagi, pemandangan menjadi sangat menarik karena lembah dipenuhi lebih banyak lagi batu yang dipahat untuk tempat tinggal dan gunung batu mengelilingi di atasnya.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta adalah Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang Play Group, PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMA sampai Perguruan Tinggi. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, pramuka, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti silat, jurnalistik, marching band, dll. Kampus Darunnajah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, bank, ATM, production house, asrama, koperasi, guest house (penginapan), gedung olahraga (GOR), sekolah, perkantoran, laboratorium, dll. Darunnajah menyediakan beasiswa untuk kaderisasi. Pesantren Darunnajah memiliki 16 cabang di seluruh Indonesia.