Api unggun KMD  (Kursus Mahir Dasar) kembali menyala di bumi perkemahan Darunnajah Cipining setelah sekurang-kurangnya selama 2 tahun terganjal oleh kebijakan yang tidak mengizinkan pelaksanaan KMD di pesantren. Atas menyalanya api unggun kali ini, semoga menjadi pertanda bahwa dengan semangat yang terus menyala berapi-api, apapun kendala dan masalah yang dihadapi, akan bisa dilalui.

Penyalaan api unggun ini disertai oleh seluruh peserta KMD yang berjumlah 103 andika. Prosesi penyalaan api unggun dilakukan oleh 10 andika peserta yang masing-masing membawa obor di tangan kanan mereka. Sebelum membakar tumpukan kayu yang menjadi bahan bakar, kesepuluh petugas menyulut obornya lalu melafalkan dasa dharma pramuka.  Lalu secara bersamaan, mereka mulai membakar kayu bakar. Usai melaksanakan tugasnya mereka kembali ke barisan bergabung dengan kelompoknya.

Sesaat kemudian, Pembina upacara, Kak Edi, meresmikan penyalaan api unggun dengan ucapan Al-Basmalah. Tepuk tangan pun bergema setelah andika Zulfa Qurotain mengatakan bahwa untuk mengisi acara selanjutnya adalah penampilan dari 8 kelompok peserta KMD. Maka, satu per satu, setiap kelompok menampilkan kebolehannya masing-masing.

Jadilah api unggun malam itu (Rabu, 23/6) sebuah inspirasi kesemangatan bagi para peserta KMD, hal ini ditandai dengan tampilnya mereka di hadapan peserta yang lain dengan penuh antusias dan power full. Di antara penampilan yang disuguhkan malam itu adalah sulap, brig dance, koor, dance, dan lainnya.

Tidak berhenti disitu, pada sesi akhir, panitia masih menyisakan ulah. Dengan sedikit mendramatisir keadaan, panitia jeli  mencari gara-gara. Maka beberapa peserta yang  diindikasi melakukan kesalahan menjadi sasaran empuk aksi panitia. Namum keadaan ini tidak berlangsung lama, setelah panitia mengaku, bahwa aksi ini sengaja didedikasikan untuk rekan panitia yaitu Kak Desi yang tengah berulang tahun bertepatan pada saat itu. Sontak saja, merasa dikerjai panitia, peserta bertepuk tangan meski gondok dan kesal kepada panitia.

Namun, dari moment ini, bisa diambil sebuah nilai kebersamaan, kekompakan dan permainan. Itulah salah satu daya tarik pramuka yang memiliki lambang tunas kelapa. Akhirnya, seiring dengan pelaksanaan KMD di pesantren Darunnajah Cipining, semoga menandai bahwa kepramukaan akan terus berjaya sebagai salah satu azas pendidikan jati diri bagi seorang santri. Bravo!!!(Wardan/Billah)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.