penggalangan dana
bazar amal save rohingya

Bazar amal yang diadakan di halaman sekolah SD Islam Darunnajah adalah sebagai bentuk kegiatan penggalangan dana untuk membantu muslim Rohingya. Bazar amal ini pesertanya adalah para siswa kelas 6 yang dibagi kedalam 16 kelompok dengan beraneka macam makanan dan minuman yang dijual

Seperti biasa aku sudah sampai sekolah jam 06.00 lebih cepat dari teman-teman lainya, karena memang rumahku agak jauh dari Darunnajah. Pandanganku tertuju pada spanduk warna hijau yang terpajang di pintu gerbang sekolah dengan gambar seorang ibu menengadahkan tanganya, langkah kakiku terhenti di halama sekolah melihat sebuah panggung kecil dengan latar belakang sebuah gambar seperti yang terlihat di pintu gerbang sekolah bertuliskan Save Rohingya.

Memang sehari sebelumnya, wali kelas memberikan surat pemberitahuan yang berisikan himbauan untuk memberikan sumbangan siswa peduli save Rohingya, namu aku masih penasaran kenapa ya kok di halaman ada panggung lengkap dengan pengeras suara  dan juga berderet meja-meja bertuliskan kelas enam di depan kantin.

Bel pun berbunyi tepat jam 06.30 membuatku bergegas gabung dengan teman-teman di depan baris dan berdoa sebelum masuk kelas, bersalaman dengan wali kelas menjadi kebiasaan aku dan teman-teman ketika masuk kelas. Membaca al qur’an bersama-sama selama 30 menit setiap pagi merupakan aktifitas harian siswa-siswi SD Islam Darunnajah mengawali pembelajaran.

Namun pagi ini setelah selesai membaca al Qur’an tiba-tiba beberapa kakak kelas enam masuk kelasku dengan membawa kardus. Salah seorang kakak memberitahukan bahwa tujuan kedatangannya masuk kelas adalah untuk mengumpulkan sumbangan yang akan diberikan kepada muslim Rohingya, akupun dan teman-teman yang memang dari rumah sudah dipersiapkan oleh orang tua sejumlah uang untuk sumbangan langsung menaruhnya ke dalam kardus yang tadi di bawa oleh kakak kelas enam.

Terdengar pengumuman seluruh siswa diminta untuk turun dan berkumpul di halaman sekolah, bergegas aku turun ke halaman bergabung dengan teman-teman lainya, berbaris seperti saat upacara pagi namun sekarang menghadap ke panggung. Setelah beberapa saat ibu kepala sekolah naik ke panggung dan memberikan sambutan bahwa pagi ini akan diadakan orasi atau pidato tentang muslim Rohingya dan meminta seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan sampai selesai.

Fadli adik kelas 3 membacakan ayat suci al Qur’an untuk mengawali kegiatan pagi hari ini, suaranya merdu sekali dengan lantunan muratalnya. Dilanjutkan dengan orasi/pidato oleh kak Azka, Kak Raffi, kak Faiz, dan juga pak Haji Abdul Syukur yang intinya mengajak para siswa dan warga sekolah umumnya untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana save Rohingya.

lingkungna sekolah menjadi tempat praktik jualan
jualan di lingkungan sekolah

Rasa penasaranku terjawab sudah tentang meja-meja yang berderet di depan kantin, ternyata digunakan oleh kakak-kakak kelas enam untuk berjualan makanan dan minuman. “wuiiiih rame banget pada antri dan berjubel di stiap stand/meja”, ada yang jual minuman, pancake, pudding, mie, pokoknya macam-macam deh.

Ada kejadian seru tadi waktu sedang ramai-ramainya pembeli, ada salah satu stand yang menjual mie goreng. Antrianya panjang dan sudah banyak yang pesan dengan memberikan uang terlebih dahulu, tapi apa yang terjadi? ternyata pedagangnya hanya menyiapkan air panas satu termos saja maka jadilah kehabisan dan antrian tambah panjang, Alhamdulillah masalahnya teratasi dengan meminta air panas ke ruang guru.

Alhamdulillah keseruan dengan kejadian-kejadian lucu saat bazaar ini membuat saya mempunyai bahan membuat catatan kecil ini sebagai tugas untuk eskul jurnalis. Oya tulisan ini juga aku buat persis satu jam setelah acara selesai karena memang eskul jurnalis workshopnya setiap hari Jum’at sebagai latihan menulis berita.

Pada akhir acara tim siswa peduli mengumumkan di atas panggung bahwa hari ini terkumpul dana bantuan sebesar Rp. 20.000.000 (duapuluh juta rupiah) yang diserahkan langusung oleh tim siswa peduli kepada Darunnajah Charity selaku penyalur sumbangan save rohingya.

menjual makanan dan minuman
anak kelas 6 sedangn menawarkan daganganya

Kontributor: Khalisah Mutiara Tsani dan Haurah Alifah Kamila

Editor: Ahmad Awaludin

(tulisan ini hasil dari liputan tim jurnalistik SD Islam Darunnajah Khalisah Mutiara Tsani dan Haurah Alifah Kamila siswi kelas 4B)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Sekolah Dasar Islam Darunnajah adalah lembaga pendidikan milik Yayasan Darunnajah. SD Islam Darunnajah menggunakan sistem pendidikan terpadu antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam untuk mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia, berprestasi, terampil dan mandiri berdasarkan iman dan taqwa. Lembaga pendidikan Islam ini menyediakan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang menarik diantaranya seni bela diri, pramuka, sepak bola, renang, badminton, robotik, marawis, jurnalistik dll. Salah satu program unggulannya adalah hafalan Al-Qur’an juz 30 sehingga diharapkan lulusannya dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama bacaan surat-surat pendek dalam ibadah shalat lima waktu.