DNKindergarten, 13/09

Sejalan dengan perkembangan motorik halus yang kian matang, anak usia ini mulai gemar menjiplak gambar. Hampir sebagian besar gambar yang dibuat, merupakan hasil jiplakan.
Orang tua yang bijak tak akan menilai bahwa pekerjaan hasil menjiplak itu jelek, karena memang tidak jelek. Kok begitu?

Kembangkan otak kiri. Menjiplak gambar, sama halnya dengan menyambung titik-titik menjadi sebentuk gambar, bukan semata melatih keterampilan motorik halus yang berguna untuk menulis dan menggambar. Koordinasi mata-tangan, juga merupakan bagian penting yang sedang dilatih dengan kegiatan menjiplak.

Hal lain yang sedang dipelajari anak dengan kegiatan menjiplak ini adalah, belajar tentang ketepatan dan jarak. Misalnya, ketika anak sedang menjiplak gambar wajah manusia, ia sedang belajar tentang jarak antara hidung dengan mata, jarak antara hidung dengan mulut, juga jarak antara alis dan mata. Di mana seharusnya ia meletakkan telinga, juga sedang dipelajari anak melalui kegiatan menjiplak ini. Artinya, anak sedang mengembangkan otak kirinya. Bukan sedang latihan menjadi plagiator.

Nah, orang tua kerap mengira bahwa kegiatan menjiplak itu buruk. Anak didorong untuk menciptakan gambar sendiri. Tahukah Anda, bahwa menciptakan gambar sendiri berarti membayangkan sebuah benda, kemudian mereproduksinya di atas kertas adalah hasil kerja otak kanan? Demikian menurut seorang ahli pendidikan, Marvin Bertel, Ed.D, pendidik yang merilis penelitiannya di sebuah situs internet. Jadi, menjiplak gambar dan menggambar dengan kreasi sendiri merupakan aktivitas otak pada belahan yang berbeda.

Contoh Menjiplak:

***PENGUIN***

Kegiatan ini menyenangkan dan istimewa. Anak-anak membuat penguin dengan menjiplak bagian tubuh mereka sendiri. Bahan yang dibutuhkan adalah:

> Kertas prakarya warna hitam dan putih 15 x 23 cm, setiap anak mendapat kertas hitam dan putih.

> Spidol warna hitam dan kuning
> Gunting
> Lem atau stapler

Yang dilakukan :

1. Jiplak telapak sepatu seorang anak di atas kertas warna putih dan minta anak mengguntingnya. Bentuk ini akan menjadi badan penguin.
2. Di kertas hitam jiplaklah telapak tangan anak. Lipat menjadi dua bagian. Kemudian bantulah anak untuk menggunting. Bentuk ini akan menjadi sayap penguin.
3. Tempelkan sayap dengan lem dan stapler (lipat memanjang) mengelilingi tubuh penguin dari satu sisi ke sisi lain.
4. Gambar mata dan paruh dengan spidol hitam dan kuning.
5. Kemudian tempelkan penguin di atas kertas warna biru dan gunakan sidik jari untuk membuat gambar salju di sekeliling penguin.

–          Jyoti Joshi, Framingghan, MA –

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

TK Islam Darunnajah adalah lembaga pendidikan anak usia dini antara usia 3-6 tahun. TK Islam Darunnajah berlokasi di area Pondok Pesantren Darunnajah di Jakarta Selatan. Kami menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai aspek pengembangan diantara aspek Bahasa, Kognitif, Motorik, Kreativitas, Sosial emosional dan Moral agama. Kami menyadari bahwa aspek-aspek ini sangatlah penting bagi perkembangan anak usia dini dalam menyiapkan diri menuju tingkat Pendidikan sekolah dasar dan jenjang berikutnya. TK Islam Darunnajah memiliki empat ekstrakurikuler yaitu menari, melukis, futsal dan jarimatika. Kegiatan mingguan di TK Islam Darunnajah meliputi senam pagi, kunjungan ke perpustakaan dan belajar komputer. Kegiatan bulanan yaitu renang dan makan sehat. Serta Kegiatan tahunan yaitu field trip, outbound, manasik haji, peringatan hari besar Islam dan nasional, pentas seni dan wisuda. TK Islam Darunnajah ingin mewujudkan TK yang berbasis Islam, peserta didik dibekali berbagai pengetahuan agama seperti mampu mempraktekan cara berwudhu dan shalat berjama'ah, menghafal doa-doa harian, menghafal surat pendek Al Quran, membaca iqro dengan lancar dan mampu menghafal Asmaul Husna.