Dec 112013
 

ujian-lisan-semester-1-darunnajahJAKARTA/dn.com – Selama 5 hari, ujian lisan untuk para santri di Pesantren Darunnajah pada level MTs/SMP dan Aliyah/SMA telah berlangsung (3 – 7 Muharam 1435 H/6 – 10 Desember 2013). Ujian lisan ini dalam istilah pesantren bernama imtihan syafahi untuk ujian berbahasa Arab atau oral examination untuk bahasa Inggris. Ujian dilakukan dengan model wawancara kepada peserta ujian satu per satu. Bahasa yang digunakan dalam wawancara tersebut adalah bahasa Arab dan Inggris.

Ujian lisan seperti ini berlaku dari semua tingkatan kelas, baik kelas VII sampai kelas XI. Materi ujian pun disesuaikan dengan level kelas yang meliputi muhadatsah (percakapan), pemahaman materi, menterjemahkan, dan inventarisasi kosa kata. Begitu pula dengan durasi waktu ujian, mulai 15 menit hingga 35 menit.

Pada pelaksanaannya, setiap santri peserta ujian akan dipanggil sesuai urutan nama dan nomor. Setelah memasuki ruangan, penguji akan menanyakan beberapa hal terkait berbagai macam salam dan sapaan, baru kemudian peserta diperbolehkan duduk. Bagi peserta yang belum dipanggil biasanya terlihat masih sibuk mempersiapkan berbagai macam materi dan hapalan di luar ruangan.

Dalam berbagai kesempatan, Pimpinan Pesantren, Dr.H. Sofwan Manaf, M.Si menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Inggris ini sangat urgent. Bahkan salah satu indikasi bahwa pesantren dikatakan modern adalah terdapatnya pembelajaran dan pembiasaan milieu pesantren dengan kedua bahasa asing tersebut. Terkait dengan ujian, beliau menuturkan bahwa selain sebagai pemanasan untuk menghadapi ujian tulis, ujian lisan diharapkan mampu menjadikan para santri ini terbiasa mengaplikasikan pembelajaran bahasanya melalui praktik. Karena kemampuan berbahasa hendaknya dalam 2 sisi, pasif dan aktif (menulis dan berbicara).

Keseriusan menghadapi ujian lisan ini juga tampak pada saat-saat belajar santri. 10 hingga 15 menit sebelum belajar bersama di masjid dimulai, seluruh santri mengikuti program muhadatsah (conversation) yaitu percakapan. Pada kesempatan ini, santri dapat mengeksplorasi kemampuan berbahasa asing dengan berdialog bersama partnernya. Saling tanya dan saling jawab di antara mereka diharapkan dapat membantu keterampilan mereka. Untuk memudahkan dan melancarkan kegiatan muhadatsah, mereka wajib membawa kamus.

Sorry, the comment form is closed at this time.