Jul 232008
 
{mosimage}JAKARTA/dn.com – Dalam rangkaian acara pekan perkenalan santri baru tahun pelajaran 2008/2009 ini, Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan Khutbatul Arsy, yaitu khutbah atau ceramah dari pimpinan Darunnajah. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pembukaan acara Pekan Olahraga, Seni dan Pramuka (PORSEKA) XXXII yang digelar pada hari Ahad (20/7) kemarin. Khutbah dari Pimpinan Pesantren ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para santri, khususnya santri baru tentang Pondok Pesantren Darunnajah. "Tujuannya supaya santri tahu tentang Darunnajah. Jangan seperti monyet makan manggis, yang terlihat hanya luarnya saja yang berwarna hitam dan rasanya pahit, tidak melihat apa dan bagaimana isinya yang begitu manis". Kata Drs.KH. Mahrus Amin dalam pidatonya di awal Khutbah hari Senin, 21 Juli 2008 bertempat di Masjid Jami' Darunnajah.

Kyai Mahrus memberikan materi tentang sejarah Pondok Pesantren Darunnajah dan beberapa sub materi tentang jiwa kepesantrenan yang meliputi Panca Jiwa, Panca Bina, Panca Dharma dan Panca Jangka yang disampaikan sejak pukul 07.00 sampai pk 11.00 WIB.

Di Hari kedua khutbatul Arsy, Selasa, 22 Juli 2008, materi berikutnya mengenai Yayasan Darunnajah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Darunnajah, H. Saifuddin Arief, SH., MH., pk 07.00 – 09.00 Wib masih bertempat di Masjid Jami Darunnajah. dilanjutkan dengan pemateri berikutnya oleh Drs.H. Sofwan Manaf, M.Si (Pimpinan Pesantren Darunnajah) menjelaskan tentang Tarbiyatu Mu'allimin/at Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah sebagai jenjang pendidikan 6 tahun, setingkat Tsanawiyah/SMP dan Aliyah/SMA.

Materi tentang Biro Pengasuhan juga disampaikan dalam acara tersebut oleh Kepala Biro, Ustadz Mohammad Dahlan, S.Ag pk 10.10 – 10.40, dilanjutkan dengan penjelasan kepengurusan OSDN kepada adik-adik kelasnya.

Orientasi terhadap almamater ini diharapkan dapat diserap oleh para santri, baik santri lama maupun santri baru sehingga mereka akan lebih mengerti dalam memaknai arti belajar di Pesantren yang sebenarnya. Semoga ukhuwwah antar santri dapat terbina diantara para santri, sehingga santri senior dapat membimbing santri baru.

Sorry, the comment form is closed at this time.