Jan 142008
 

Sambutan pada acara Temu Alummni Nasional pondok pesantren Darunnajah 

• Para Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah;
• Para Alim Ulama;
• Para Alumni dan Santri Pondok Pesantren Darunnajah,Jakarta;
• Para Undangan dan Hadirin yang Berbahagia

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

            Marilah kita bersama-sama senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT,yang telah memberikan rahmat,nikmat dan karunia kepada kita semua,sehingga kita dapat hadir dalam keadaan sehat wal'afiat pada acara SILATURAHMI NASIONAL DAN HALAL BIHALAL ALUMNI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH di Taman Mini Indonesia Indah.

            Saya juga bersyukur dan bangga mendapat laporan bahwa Pondok Pesantren ini juga telah memiliki jaringan alumni yang tersebardiseluruh pelosok tanah air.Banyak diantara alumninya yang melanjutkan kuliah diberbagai perguruan tinggi ternama baik yang ada didalam negeri maupun yang diluar negeri.Jaringan alumni ini merupakan asset yang sangat penting tidak hanya bagi Pondok Pesantren Darunnajah sendiri,tetapi juga bagi bangsa dan Negara kita yang merupakan komunitas umat Islam terbesar didunia.

             Aset jaringan alumni ini akan menjadi semakin penting jika mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyrakat,tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan saja tetapi juga dibidang –bidang lainnya,terutam pada bidang ekonomi yang dapat ikut mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.Kita semua tidak menginginkan alumni pondok pesantren ini menjadi pengangguran yang justru menjadi beban,tidak hanya bagi orang tua,bagi pondok maupun beban bagi masyarakat.

Hadirin yang saya muliakan,

            Sampai saat ini bangsa kita masih menghadapi permasalahan yang sangat besar yitu tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.Berdasarkan data BPS Juli 2007,jumlah pengangguran masih sekitar 13,2 juta jiwa,dan jumlah penduduk yang masih miskin sekitar 30,2 juta jiwa.Sebagian besar penduduk Indonesia adalah umat muslim (sekitar 90%).Oleh karena itu diantara jumlah penduduk yang masih menganggur ataupun yang masih miskin tersebut sebagian besar adalah saudara kita umat Islam.
Hadirin yang saya muliakan,

            Itulah tantangan nyata yang harus kita hadapi dan kita atasi secara bersama-sama.Seperti yang telah saya sampaikan tadi bahwa "Kita semua tidak menginginkan alumni pondok pesantren ini menjadi pengangguran yang justru menjadi beban,bagi pondok maupun beban bagi masyarakat".Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengharapkan setiap poindok pesantren memberikan bekal kewirausahaan dan ketrampilan usaha sejak dini kepada para santri.

Hadirin yang berbahagia,

            Memberikan bekal kewirausahaandan ketrampilan usaha sejak dini kepada para santri ini sangat penting,karena paradigma lama bahwa menjadi wirausaha merupakan talenta yang dibawa sejak lahir sudah terbantahkan oleh banyak teori. Menjadi wirausaha tidak dapat hanya dibentuk melalui proses pembelajaran didalam kelas.Jiwa dan semangat kewirausahaan harus dibentuk melalui proses penyadaran bahwa dirinya telah dibekali oleh Allah SWT potensi ekonomi yang tidak terbatas,kecuali oleh keterbatasan pikirannya sendiri.
            Setiap individu dibekali kekuatan fisik,kekuatan nalar yang menjadi sumber kreativitas dan inovasi,naluri untuk berinteraksi sosial.Semuanya itu adalah potensi ekonomi yang dapat untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Untuk menumbuhkan kesadaran itu tidak cukup hanya dengan mentransfer pengetahuan dari pengajr ke para santri,tetapi harus dibuktikan dengan praktek, agar para santri menyakininya dari bukti empirik yang dialaminya sendiri.Dalam proses menumbuhkan kesadaran dan menanamkan semangat berwirausaha, sedikitnya harus ditempuh melalui pentahapan proses sebagai berikut:

1. Pengenalan potensi ekonomi dirinya;yaitu mengenali kompetensi dan kapasitas potensi diri yang berpotensi untuk menghasilkan nilain tambah ekonomi,
2. Mengenal potensi bisnis dengan memberikan wawasan tentang peluang-peluang bisnis yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi dan kapasitas yang dimilikinya,
3. Mengenal praktek bisnis yang praktis bagi para santri,
4. Mengenalkan cara-cara memulai bisnis;
5. Mengenal cara mengelola atau menatausahakan pencatatan bisnis yang praktis,
6. Mengenalkan cara-cara mengatasi resiko bisnis,
7. Mengenalkan cara mengembangkan bisnis;baik dengan memanfaatkan teknologi,inovasi ataupun kreativitas yang dapat dikembangkan,serta
8. Mengenalkan cara membangun jaringan usaha bisnis,terutama dengan membangun "trust" sesame alumni agar dapat saling melengkapi,saling memperkuat,saling membesarkan dan saling menguntungkan.

            Untuk itulah maka sejak tahun 2006 yang baru lalu Kementrian Negara Koperasi dan UKM secara khusus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi pondok pesantren dengan memberikan fasilitas Tempat Praktek Usaha para Santri (TPUS).Dengan fasilitas TPUS tersebut,diharapkan setiap pondok pesantren dapat memberikan pembekalan kewirausahaan secara lebih dini kepada para santrinya,sehingga setelah lulus dapat menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) bukan lagi sebagai pencari kerja (job seeker).

Hadirin yang Berbahagia,

            Saya berkeyakinan dengan memberikan bekal kewirausahaan sejak dini bagi santrinya,Pondok Pesantren "Darunnajah" akan memiliki jaringan usaha para alumni yang tangguh.Jaringan alumni yang demikian diharapkan dapat menjadi kekuatan baru untuk ikut mengurangi pengangguran dan kemiskinan bagi saudara kita umat Islam.
            Untuk itu selain memanfaatkan program pemberdayaan ekonomi pondok pesantren tersebut,jaringan alumni pondok pesantren juga dapat memanfaatkan berbagai program yang dikembangkan oleh Kementrian Negara Koperasi dan UKM yaitu antara lain:

1. Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (PROSPEK MANDIRI);program ini bertujuan memberi peluang berwirausaha bagi para sarjana yang masih menganggur melalui wadah Koperasi;
2. Program Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera (PERKASA);program ini diperuntukkan bagi Koperasi-koperasi Wanita yang ingin mengembangkan usahanya;
3. Program Pembiayaan Produktif bagi Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM) Pola Syariah;program ini bertujuan menstimulir pembiayaan usaha produktif masyarakat anggota Koperasi (Koppontren) dengan melakukan pola syariah.
4. Program penjaminan kredit,terutama untuk pengembangan usaha-usaha produktif,serta
5. Program pengembangan usaha sektoral yang disesuaikan dengan potensi produk unggulan daerah.

Hadirin yang Berbahagia;

            Demikian yang dapat saya sampaikan dalam silaturahmi kali ini,semoga keluarga besar Pondok Pesantren "Darunnajah" dapat terus berkiprah dalam menjalankan amanah yang rahmatan lil'alamin.Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita bersama.

Sekian,wabillahi taufiq walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Jakarta,18 November2007

                                                                                                     Menteri Negara

 

                                                                                                  Suryadharma Ali

Sorry, the comment form is closed at this time.